Agama Islam mengajarkan pemeluknya untuk saling menyayangi dan mengasihi terhadap sesamanya, namun pada kenyataannya setiap manusia memiliki karakter yang berbeda antara satu dengan yang lainnya, ada yang memiliki karakter terpuji ada pula yang memilki karakter tidak terpuji. Pada konsepnya, seseorang yang berperangai baik akan membuat dirinya lebih dekat dengan Allah, Rasulullah dan semua orang disekitarnya. Sebaliknya, seseorang yang tidak memiliki perangai baik dan rasa belas kasih sayang terhadap sesama, apalagi terhadap orang-orang yang lemah, maka dia juga akan jauh dari Tuhannya, Rasulnya serta orang di sekitarnya. Yang pada akhirnya akan membuat dia jauh dengan surga dan kemuliaan.
Di dunia pendidikan, pembentukan karakter merupakan salah satu komponen penting dalam perkembangan dan pertumbuhan pelajar, karakter yang baik haruslah ditanamkan pada setiap jenjang pendidikan terutama pada pendidikan dasar, agar kelak dapat mencetak manusia yang memiliki kepekaan dan kepedulian sosial, karena bangsa yang berhasil itu ditentukan oleh kualitas dan karakteristik yang ada di dalam bangsa itu sendiri, dengan adanya sistem pendidikan yang baik, maka perangai dan karakter anak muda akan terbentuk dengan baik juga, sehingga pemuda yang dihasilkan bukan hanya pintar secara akademis, namun juga juga pintar dalam hal non akademis, cerdas secara lahiriyah dan batiniyah.
Pada konsepnya, ada banyak sekali cara dan metode yang dapat digunakan dalam upaya pembentukan karakter, yang mana hal tersebut bisa diimplementasikan melalui metode keteladanan, nasehat, culture atau kebiasaan, pengawasan, dan sanksi atau hukuman. Serta yang paling utama yaitu melalui pendekatan perilaku sosial dan perkembangan moral kognitif.
Salah satu upaya yang dapat digunakan dalam pembentukan dan pengembangan karakter pelajar yaitu dengan menerapkan kebiasaan bersedekah sejak dini, banyak riset menunjukkan bahwa sedekah merupakan upaya yang dapat meningkatkan empati dan kepekaan manusia terhadap lingkungannya.
Nabi menjelaskan: “sesungguhnya pintu kebajikan itu banyak. mengucapkan tasbih, tahmid, takbir, tahlil dengan khidmat dan khusyu’, merupakan sedekah. Mengajak orang kepada yang baik dan melarang dari yang mungkar merupakan sedekah. Menyingkirkan batu dari jalan untuk mempermudah orang lewat juga merupakan sedekah. Menuntun orang buta menyeberang jalan, merupakan sedekah. Memberi petunjuk kepada orang yang bertanya kepadamu, merupakan sedekah. Membantu orang-orang lemah dengan kekuatan dua betismu dan dua lenganmu, adalah sedekah. Bahkan senyumanmu ketika berhadapan dengan saudaramu, juga merupakan sedekah.”(H.R. Bukhari dan Muslim)
Hadits tersebut memberikan pemahaman kepada kita bahwa sedekah memiliki makna yang cukup luas dan setiap orang dapat melakukannya. Sedekah tidak dibatasi dalam bentuk materi yang hanya orang-orang mampu dan kaya yang dapat melakukannya. Ucapan yang menyejukkan hati atau senyum simpatik kepada orang lain juga merupakan sedekah, tidak dipersoalkan sedekah itu banyak atau sedikit, berupa materi atau bukan, namun yang paling terpenting ialah keinginan dan hasrat beserta niat yang disertai keikhlasan dalam melakukannya.
Sedekah menandakan betapa luasnya lapangan amal kebaikan seorang muslim, dan setiap orang dapat berpartisipasi di dalamnya, karena sedekah dapat membentuk karakter yang terpuji serta dapat merekatkan hubungan antar sesama manusia yang berlandaskan rasa empati, kasih sayang dan persaudaraan. Untuk itu sedekah merupakan salah satu opsi yang dapat melatih dan membentuk karakter muslim sejak dini.
Agama Islam mengajarkan pemeluknya untuk saling menyayangi dan mengasihi terhadap sesamanya, namun pada kenyataannya setiap manusia memiliki karakter yang berbeda antara satu dengan yang lainnya, ada yang memiliki karakter terpuji ada pula yang memilki karakter tidak terpuji. Pada konsepnya, seseorang yang berperangai baik akan membuat dirinya lebih dekat dengan Allah, Rasulullah dan semua orang disekitarnya.…
Griya Yatim Dhuafa: Efek sedekah bagi Psikologi Seseorang https://griyayatim.com/efek-sedekah-bagi-psikologi-seseorang/ di akses pada tanggal 14 September 2022
Khotim Sobariyah: Karakter, Fungsi, Tujuan, dan Urgensinya https://smkwidyanusantara.sch.id/read/5/pendidikan-karakter-pengertian-fungsi-tujuan-dan-urgensinya di akses pada tanggal 14 september 2022
Albertus Adit: 3 Aspek membentuk Karakter seseorang dan upayanya https://edukasi.kompas.com/read/2020/09/16/074951971/kemendikbud-ini-3-aspek-membentuk-karakter-seseorang-dan-upayanya?page=all di akses pada tanggal 14 september 2022
Rizky Dwi Nuradita: 3 Hal Penting Tentang Sedekah, Salah satunya tidak harus materi https://sragenupdate.pikiran-rakyat.com/religi/pr-1845135740/3-hal-penting-tentang-sedekah-salah-satunya-tidak-selalu-terkait-materi?page=4 di akses pada tanggal 14 september 2022
Rossi Handayani: Sedekah ternyata tak cuma berupa uang, begini penjelasannya https://www.republika.co.id/berita/qkwck3320/sedekah-ternyata-tak-cuma-berupa-uang-begini-penjelasannya diakses pada tanggal 14 september 2022




