Jadilah satu dari 1000 orang baik di buka puasa bareng yatim!
Anak yatim merupakan mereka yang telah tidak mempunyai ayah untuk mengasihi dan memberikannya nafkah. Selain telah dicontohkan oleh Nabi SAW, Allah SWT juga sudah menyampaikannya di dalam Al Quran perihal keutamaan-keutamaan menyantuni anak yatim.
Namun untuk batasan umur anak yatim yang berhak dan wajib mendapatkan santunan dan kasih sayang dari kita ternyata ada ketentuannya. Menurut istilah syara’ yang dimaksud dengan seorang anak yatim adalah seorang anak yang ditinggal mati oleh ayahnya sebelum dia baligh. Jadi, batas umur anak yatim adalah ketika anak tersebut sudah dewasa atau baligh.
Nah, beberapa hari lagi pelopor kepedulian menggelar acara buka puasa bareng yatim ! tepatnya pada hari Sabtu, 8 April 2022 di Teras Kota Mall, BSD, Tangerang Selatan. Salah satu dari rangkaian acara ini adalah santunan 1000 yatim. Untuk itu, kami mengajak sahabat untuk hadir dan mensupport program ini agar semakin banyak yatim yang berbahagia di bulan mulia ini,

Rasulullah bersabda, “Orang-orang yang memelihara anak yatim di antara umat muslimin, memberikan mereka makan dan minum, pasti Allah memasukkannya ke dalam surga, kecuali ia melakukan dosa yang tidak bisa diampuni.” (HR Tirmidzi dari Ibnu Abbas)
Sahabat, mari jangan tunda kebaikan untuk yatim, kamu bisa mensupport santunan yatim dengan berdonasi senilai Rp50.000/anak.
Donasi bisa kamu salurkan melalui BSI 716-967-8388 an. pelopor kepedulian bersama
Keutamaan menyantuni anak yatim salah satunya adalah bisa mendapatkan predikat sebagai abror atau orang yang berbuat kebaikan. Sebagaimana dalam firman Allah pada surah Al Insan ayat 5-6, yang artinya:
“Sesungguhnya orang-orang yang berbuat kebajikan minum dari gelas berisi minuman yang campurannya adalah air kafur, yakni mata air dalam surga yang diminum oleh hamba-hamba Allah dan mereka bisa memancarkannya dengan sebaik baiknya. Mereka menunaikan nazar dan takut akan suatu hari yang azabnya merata di mana-mana. Dan mereka memberikan makanan yang disukainya pada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan.”





