Ada beberapa golongan yang diberi keringanan atau diharuskan untuk tidak berpuasa di bulan Ramadhan dan mesti mengqodho’ puasanya setelah lepas dari udzur, yaitu: orang yg sakit, musafir, dan haid/nifas.
Dalil golongan pertama dan kedua adalah firman Allah Ta’ala,
وَمَنْ كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ
“Dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain.” (QS. Al Baqarah: 185)
Dalil wanita haidh dan nifas adalah hadits dari ‘Aisyah, beliau mengatakan,
كَانَ يُصِيبُنَا ذَلِكَ فَنُؤْمَرُ بِقَضَاءِ الصَّوْمِ وَلاَ نُؤْمَرُ بِقَضَاءِ الصَّلاَةِ.
“Kami dulu mengalami haidh. Kami diperintarkan untuk mengqodho puasa dan kami tidak diperintahkan untuk mengqodho’ shalat.”
100 hari menuju Ramadhan…
Jangan lupa qodho utang puasanya yah #sahabatpeduli ☺
Karena meninggalkan puasa saat ramadhan dengan alasan uzur yang syar’i telah diperintahkan untuk menggantinya dilain hari
—————————–
Semoga Allah permudahkan segala ikhtiar kita ya Sahabat ☺☺☺
#marhabanyaramadhan
#ramadhan
#qotd
#semangatpagi
#motivasiislami
#dakwahtauhid
#fiqihislam


