
Untuk pencinta sate kambing, gulai kambing, dan olahan kambing lainnya tentu sering kali mendapatkan reminder untuk tidak mengkonsumsi berlebihan karena satu alasan yang sama, yaitu khawatir menjadi pemicu hipertensi.
Wah, pencinta kambing pasti jadi wanti-wanti yah untuk memakan kambing di hari raya idul adha nanti, padahal hari raya idul adha ini momen banget untuk makan daging bersama keluarga. Opini ini menjadi kekhawatiran yang sangat diyakini oleh masyarakat.
Namun, tahukah anda kebenaran akan hal tersebut? Benar gak ya kalau kambing itu pemicu hipertensi?
Hingga saat ini belum ada penelitian resmi tentang respon konsumsi daging kambing ditubuh manusia. Persepsi tentang hipertensi yang disebabkan oleh daging kambing ini sebetulnya berkaitan dengan jumlah asupan garam manusia.
Untukmencegah hipertensi sahabat dapat mengontrol asupan garam setiap hari. Agar asupan garam terkontrol, sahabat perlu mengetahui berapa asupan garam yang baik. Berdasar kan rekomendasi nutrisi dari Health Canada, tubuh kita cuma membutuhkan 115 miligram sodium per hari untuk hidup sehat. Sebagai perbandingannya, 1 sendok teh garam mengandung 2.000 miligram sodium.
Sedangkan, WHO (World Health Organization) menganjurkan untuk membatasi konsumsi sodium 2.400mg atau sekitar 1 sendok teh garam per hari. Kemungkinan kekurangan garam untuk kita yang tinggal di Indonesia sangat kecil karena sebagian besar makanan yang ada negara kita tinggi kandungan sodiumnya.
Jadi, sahabat jangan khawatir saat mengkonsumsi daging kambing di hari raya Idul Adha nanti. Kontrol asupan garam dapat sahabat lakukan mulai hari ini.




