
Hasanudin, atau lebih dikenal dengan sebutan Hasan. Anak berusia 10 tahun itu telah ditinggal wafat ayahnya sejak usianya masih balita,usia dimana seorang anak masih sangat membutuhkan pelukan hangat dari seorang ayah. Beruntung dia masih bisa merasakan dekapan hangat dari ibunya. Namun ternyata, hal itupun tak berlangsung lama, sang ibu ternyata mengalami sedikit gangguan jiwa. Sejak saat itu Hasanudin berada dalam pengasuhan sang nenek yang memang kondisinya sudah tua renta.
Kondisi ekonomi keluarganya memang tidak seberuntung orang lain, bahkan Hasanudin terancam tidak bisa menempuh pendidikan yang semestinya. Namun ternyata karunia Allah sangat luas, memang benar adanya bahwa Allah senantiasa memuliakan dan mengangkat derajat anak yatim. Hasanudin adalah salah satu contohnya, Allah akan memberi rezeki kepadanya dari jalan yang mungkin tidak pernah terbayangkan sebelumnya.
Singkat cerita, Hasanudin didatangi oleh suatu lembaga sosial yang yang memang bergerak dalam bidang pemberdayaan masyarakat. Setelah meminta izin kepada nenek dari Hasanudin, akhirnya lembaga sosial tersebut membawa hasanudin untuk dibiayai dan ditanggung semua kebutuhan dan juga pendidikannya. Akhirnya Hasanudin tinggal di Asrama Cerdas Pelopor Kepedulian bersama anak-anak lainnya. Terlihat raut bahagia di wajahnya, apalagi ketika dia bisa mencicipi makanan yang sebelumnya belum pernah ia rasakan, bahkan mungkin kesehariannya hanya merasakan suara keroncongan perutnya yang lapar.
Waktu berlalu, Hasanudin telah melewati beberapa tahun di Asrama Cerdas Pelopor Kepedulian, kebutuhannya terpenuhi, pendidikannya terjamin. Anak kecil yang tidak pernah terlihat murung, anak kecil yang wajahnya selalu dihiasi senyuman walaupun ternyata kisah hidupnya begitu menyayat hati. Hasanudin mempunyai mimpi bahwa kelak ia ingin membalas kebaikan orang-orang yang sudah sangat membantunya. Hasanudin bertekad jika ia sekarang dibantu oleh uluran tangan donatur, kelak ia yang harus menjadi donatur itu.





