
Kemarin, saya bertemu dengan seorang yang ingin berdonasi pada sebuah lembaga , Filantrophy. Karena iseng, saya pun bertanya ‘Kak, gimana pendapat kakak tentang berita negatif yang menimpa lembaga Filantrophy akhir akhir ini?’
Sambil senyum, si Kakak kemudian menjawab, ‘Biarpun lembaga Filantrophy di hujat dan kena fitnah banyak pihak. Saya masih bayar zakat sedekah ke lembaga lembaga’.
Mendengar pendapat tersebut, saya pun heran. Kenapa orang ini masih memberi donasi zakat di tengah tengah berita negatif tentang lembaga Filantrophy. Tapi setelah lanjut ngobrol, disitu saya baru tahu bahwa beliau ini adalah seorang yang cerdas, berpikirnya dalam dan tidak mudah disulut oleh berita.
Orang ini rupanya juga paham tentang lembaga zakat karena dia sendiri mempelajari terlebih dahulu sebelum bertindak untuk donasi. Dari perbincangan saya dengannya, ternyata dia paham mekaknisme dan jalannya sebuah lembaga seperti apa, pemotongan, operasional, bagaimana penyalurannya, hak amil dan lain sebagainya. Termasuk undang undang yang berlaku dari kemensos dan kemenag terhadap lembaga Filantrophy.
Menurutnya, menjadi donatur yang cerdas itu penting. Jangan hanya karena pemberitaan negatif yang menimpa sebuah lembaga Filantrophy, lantas kita berhenti donasi dan sedekah, padahal tadinya kita aktif menyalurkan bantuan melalui lembaga lembaga.
‘Kita berdonasi karena kita paham alasan berdonasi melalui lembaga yang amanah dan profesinoal. Terutama pada program yang punya dampak manfaat serta banyak kebaikan’, kata orang tersebut, yang mengatakan bahwa namanya adalah kaka Arya.
Usai berbincang bincang dengan kaka Arya, saya pun sadar bahwa rupanya kita memang masih mudah tersulut dengan berita. Muncul satu pemberitaan negatif tentang sebuah lembaga Filanthropy, lantas kita langsung enggan berdonasi dan sedekah karena kita jadi mencurigai semua lembaga Filanthropy. Padahal, mungkin pengetahuan kita masih kurang untuk memahami kebenaran.
Kalau ada lembaga Filanthropy yang kita anggap bermasalah, maka harus kita perbaiki, tapi bukan menganggap semua lembaga sama seperti itu. Namun kalaulah ada lembaga Filanthorpy yang baik dan sudah kadung kita percayai dari awal sampai sekarang, yaaa mari terus kita dukung dengan terus berdonasi dan bersedekah. Jadi, tinggal pilih saja sih, lembaga mana yang kita percaya buat menyalurkan donasi.
Kita boleh menyalurkan bantuan secara langsung jika menurut kita itu adalah tindakan yang paling tepat. Tapi dengan melakukan donasi melalui lembaga Filanthropy, dana yang dihimpun bersama akan jadi sumber kekuatan masyarakat seandainya dikelola dengan amanah.
Semua lembaga Filanthropy itu baik dan benar. Seandainya ada yang bermasalah, tentu itu ulah segelintir oknum saja dan harusnya oknum tersebutlah yang menjadi sorotan, bukan lembaga Filanthropynya.
Kenapa harus begitu? Karena buktinya sudah banyak program kebaikan hasil dari lembaga lembaga zakat atau lembaga kemanusiaan disekitar kita. Masa sih cuma gara gara ada kabar miring tentang lembaga Filanthropy kita jadi enggan beramal? Rugi banget loh.
Terus gimana dong supaya kita bisa percaya sama salah satu dari sekian banyak lembaga Filanthropy yang ada? Gampang banget. Kamu bisa akses laman website lembaga tersebut buat mencari informasi. Atau, kamu bisa langsung telfon tuh Customer Service via call center buat nanya nanya seandainya ada hal yang masih bikin kamu merasa janggal (sekalian kenalan, barang kali dia jomblo wkwwkwkk).
Tapi saya harap, kita semua sebagai donatur yang cerdas bisa bekerjasama dengan lembaga yang amanah.





