Mengapa Puasa Ramadhan Diwajibkan?
Ibadah puasa di wajibkan oleh Allah SWT kepada ummat Muslm setiap hari di bulan Ramadhan sebulan penuh lamanya untuk meraih ketakwaan. Allah SWT berfirman : “Wahai orang orang yang beriman! Di wajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana di wajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
[ QS. Al Baqarah : 183 ]
Inti di syariatkannya puasa adalah menahan diri dan mengendalikan syahwat kemanusiaan, yaitu sesuatu yang menjadi keinginan dan kebutuhan manusia, seperti keinginan makan, minum dan hubungan badan dengan pasangannya, tetapi di tahannya dalam jangka waktu tertentu yang sebenarnya halal, karena semata mata mengharap ridha Allah SWT.
Puasa dapat mempersempit ruang gerak dan kesempatan syaitan untuk menggoda manusia. Sebab, pada saat berpuasa jaringan lemak dalam aliran darah menyempit sehingga syaitan tidak dapat melewatinya. Ini berarti dapat mengurangi bahkan menghindari berbuat dosa. Puasa dapat melatih kesabaran untuk taat kepada Allah SWT dan sabar meninggalkan maksiat kepada Allah SWT. Saat puasa, sepanjang harinya seluruh nafas, gerak dan langkahnya adalah syukur yang bernilai pahala. Bahkan tidur sekalipun, orang berpuasa mendapat pahala.
Berpuasa berarti melatih diri untuk menahan sesuatu yang secara manusiawi sangat di inginkan namun melatih diri untuk menahannya, serta tabah terhadap kesengsaraan. Latihan ini dapat membentuk karakter seseorang untuk menjadi Tangguh, pejuang dan ulet yang tidak mudah menyerah. Maka kemenangan saat datang lebaran di sambut bahagia, bagaikan jihad di jalan Allah SWT dengan kumandang takbir “Akbar” kemenangan.




