Gagal ginjal akut misterius merupakan suatu keadaan saat ginjal berhenti berfungsi secara mendadak atau tiba-tiba. Penyakit ini bisa terjadi sebab telah terjadi gangguan pada aliran darah menuju ginjal, gangguan pada organ ginjal itu sendiri ataupun karena adanya penyumbatan pada saluran urine. Besarnya fungsi yang dijalankan oleh ginjal untuk menopang kesehatan tubuh membuat penyakit gagal ginjal akut misterius ini perlu ditangani dengan serius sebab jika tidak maka akan menimbulkan kerusakan ginjal secara permanen.
Di Indonesia sendiri penyakit gagal ginjal akut misterius selama 2 bulan terakhir semakin terus bertambah terutama pada anak-anak yang berusia 6 bulan sampai 18 tahun. Berdasarkan data per tanggal 21 Oktober 2022 yang bersumber dari kemenkes (kementrian kesehatan) telah dilaporkan bahwa kasus gagal ginjal akut misterius ini sudah mencapai 241 kasus yang telah tersebar sebanyak di 22 provinsi. Bapak menteri kesehatan, Budi Gunadi Sadikin mengatakan anak-anak yang meninggal sudah mencapai 133 orang atau kurang lebih sekitar 55 persen dari seluruh total kasus.
Adapun gejala yang paling umum ialah terjadi perubahan terhadap frekuensi dan volume buang air kecil atau sampai pada tidak buang air kecil sama sekali. Berdasarkan pernyataan Dr. Nabila melalui siaran langsung dari Youtube Dinas Kesehatan DKI disampaikan bahwa gejala yang paling umum dan banyak dirasakan oleh penderita adalah lemas, demam hingga gangguan saluran cerna seperti muntah, mual dan nyeri perut.
Akan tetapi hingga saat ini, penyakit gagal ginjal akut misterius masih belum dapat diketahui penyebabnya secara pasti sehingga pemerintah bekerja sama membentuk tim bersama tim dokter RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) untuk menyelidiki dan mengamati kasus ini. Kemudian berdasarkan pernyataan Ketua Pengurus Pusat IDAI dr Piprim Basarah Yanuarso, SpA(K) mengatakan bahwa sebagian besar penyebab penyakit gagal ginjal akut misterius pada anak berasal dari kelainan ginjal bawaan.
Kendati demikian, beberapa kasus penyakit yang merebak belakangan tidak terkait dengan kelainan bawaan dimana akar penyebab penyakit ini masih diselidiki. Namun terdapat dugaan gagal ginjal akut pada anak terkait infeksi leptospirosis, adenovirus, serta efek obat batuk pilek yang memiliki kandungan etilen glikol dan dietilen glikol seperti kasus yang banyak diderita oleh anak-anak yang ada di Gambia negara Afrika.
Sehingga, penyakit ini dikenal dengan istilah gagal ginjal akut misterius pada anak sebab penyebabnya yang masih belum terdeteksi. Oleh karena itu, dokter spesialis anak konsultan Henny Adriani menginformasikan untuk memperhatikan frekuensi buang air kecil pada anak. Dalam konteks buang air kecil yang sehat diketahui bahwa buang air kecil ialah sebanyak 5-6 kali sehari atau 3-4 jam sekali. Selain itu, untuk mengetahui secara pasti maka dapat dilakukan pemeriksaan darah untuk mengetahui apakah organ ginjal mengalami kerusakan atau tidak. Jika timbul gejala yang sama maka segeralah periksa ke dokter untuk mengetahuinya lebih lanjut.
Kemenkes (Kementrian Kesehatan) menghimbau untuk tetap tenang dan tidak panik menghadapi penyakit ini dan juga untuk selalu waspada terhadap gejala-gejala umum yang dirasakan terutama ketika terjadi penurunan volume dan frekuensi buang air kecil pada anak.
Untuk pengobatan sendiri penyakit gagal ginjal akut misterius ini akan diobati tergantung penyebab gangguan pada ginjal itu sendiri. Misalnya jika diakibatkan karena kurangnya cairan maka pemberian cairan yang cukup akan dilakukan.
Adapun beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk mencegah penyakit gagal ginjal akut ini diantaranya:
- Menghindari pemakaian obat yang memiliki sifat toxic pada ginjal
- Hindari meminum alkohol oplosan
- Memperbanyak minum air yang cukup untuk mencegah terjadinya dehidrasi
- Memperhatikan frekuensi dan volume dan warna urine yang keluar. Jika bewarna bening kekuningan maka berarti tubuh memiliki cairan yang cukup.
Itulah beberapa informasi yang dapat disampaikan. Semoga kita semua selalu diberikan kesehatan dan terhindar dari berbagai penyakit. Aamiin.




